Adakah dari Anda yang pernah mendengar sandwich generation? Atau jangan-jangan Anda adalah bagian dari generasi ini? Untuk Anda yang belum tahu, sandwich generation adalah generasi yang mengalami kondisi harus menanggung beban finansial orang tua dan anaknya. Istilah tersebut diambil dari perumpamaan makanan sandwich yang dimana daging diapit oleh dua helai roti. Kita diibaratkan sebagai daging dan dua helai roti tersebut adalah beban finansial orang tua dan anak kita.

Kondisi ini rentan membuat siapapun mengalami tekanan psikologis seperti stress. Tentunya stress tersebut berpotensi menimbulkan berbagai masalah seperti susah fokus ketika bekerja, kurangnya pergaulan hingga bisa saja mengganggu keharmonisan rumah tangga. Hal yang kelihatan sepele tapi berefek domino. Bukan tidak mungkin nantinya anak-anak Anda juga akan mengalami hal seperti ini.

Kurangnya literasi keuangan membuat rantai sandwich generation ini tidak pernah putus. Hal ini mungkin dapat dimaklumi untuk orang tua kita karena minimnya akses untuk mendapatkan ilmu ataupun informasi mengenai literasi keuangan. Seperti yang kita ketahui, di zaman orang tua kita dulu mereka lebih mempercayakan uangnya hanya di tabungan, deposito dan emas. Padahal begitu banyak produk keuangan yang lebih tepat yang bisa digunakan untuk tujuan yang lebih spesifik.

Kita mungkin tidak bisa memutus rantai ini sekarang tapi kita bisa memulai dari kita agar keturunan kita tidak mengalami kondisi ini lagi.

Bagaimana caranya?

  1. Diskusikan secara terbuka dengan pasangan Anda tentang pemasukan dan pengeluaran.
  2. Aturlah setiap pos dengan cermat agar keuangan Anda tidak bocor.
  3. Gali informasi dan pelajari instrumen keuangan yang legal agar Anda bisa menentukan tujuan keuangan.
  4. Pastikan Anda memiliki asuransi untuk Anda dan keluarga agar rencana keuangan Anda tidak berantakan karena hal tak terduga.
  5. Berinvestasilah dengan bijak.
  6. Berikan pengetahuan tentang keuangan sejak dini kepada anak.

Awalnya mungkin akan terasa berat tapi jika tidak dimulai dari sekarang maka keturunan kita juga akan mengalami kondisi seperti ini. Kita tentu tidak ingin membebani anak kita bukan? Bagaimana mereka bisa mencapai tujuan mereka jika masih ada beban yang harus mereka pikul? Anda bisa memulai untuk mengakhiri rantai ini.

Ditulis oleh:
Denny S.Kom BIT
Financial Advisor
WhatsApp +6287766461150

close

Jangan Lewatkan Artikel Kami!